We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes personalizing content and advertising. By continuing to use our site, you accept our use of Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
133 views • September 4, 2021

Mengapa Otoritas Tiongkok Memaksa Vaksinasi?

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Mengapa Otoritas Tiongkok Memaksa Vaksinasi? Sementara Beijing mengatakan program vaksinasi Tiongkok adalah murni sukarela, ada laporan bahwa pejabat lokal menggunakan langkah-langkah paksaan untuk memaksa vaksinasi pada orang-orang, termasuk orang tua. Di antara mereka, ada seorang pria berusia di atas 90 tahun. Laporan tentang upaya vaksinasi paksa bermunculan di Tiongkok. Pada pekan lalu, pejabat lokal dikatakan menggunakan langkah-langkah paksaan untuk memenuhi target vaksinasi Beijing. Bahkan warga lansia dan mereka yang mengalami disabilitas tidak bisa menghindarinya. Tapi Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah mengatakan berkali-kali, bahwa program vaksinasi negara itu bersifat sukarela. Di provinsi lain, warganet melaporkan bahwa dalam satu kasus, polisi setempat secara curang menuduh seseorang menggunakan narkoba, itu setelah orang tersebut menolak untuk divaksinasi. Beijing masih mengatakan bahwa divaksin tidak diharuskan. Tapi beberapa insiden di tingkat lokal tampaknya menunjukkan sebaliknya. Sebuah video yang beredar online menunjukkan apa yang tampak seperti petugas berpakaian preman berbicara dengan seorang petani setempat, mengatakan kepadanya bahwa dia harus divaksinasi di tempat. Petani itu menolak untuk disuntik. Tapi orang-orang itu memaksa. Pejabat Tiongkok meningkatkan upaya strategi pandemi mereka untuk memerangi wabah terbaru, Shanghai tampaknya memiliki taktik baru. Dalam video yang beredar online, satu rumah sakit setempat menstempel pasien yang lulus atas pemeriksaan kode kesehatan mereka. Di Tiongkok, orang diberi dua kode. Satu dimaksudkan untuk menunjukkan status vaksinasi, yang lain menunjukkan risiko tertular virus. Orang-orang yang memasuki tempat-tempat umum, sekarang diminta untuk menampilkan kedua kode tersebut. Menurut laporan media lokal, dengan alasan keamanan, rumah sakit tidak hanya memeriksa kedua kode tersebut, tapi juga menstempel tangan pasien sebelum memasukkan mereka ke rumah sakit. Mengapa pejabat Tiongkok memaksa orang untuk divaksinasi? Seorang penduduk di kota Shanghai mengatakan, dia yakin orang-orang mendapat untung darinya. Dia mengatakan kepada The Epoch Times, kalau dia melihat dokumen baru-baru ini yang menunjukkan bahwa otoritas, rumah sakit, kantor polisi, dan manajer lingkungan membagi pendapatan di antara mereka yang terkait dengan peningkatan tingkat vaksinasi. Pembela HAM yang berbasis di AS, Hua Haifeng, menunjukkan masalah potensial lainnya. Dia mengatakan beberapa kabupaten mungkin telah mengklaim bahwa populasi mereka lebih besar dari yang sebenarnya. Sehingga mereka bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari program-program tertentu. Tapi otoritas tingkat yang lebih tinggi sejak itu memerintahkan sejumlah orang untuk divaksinasi. Dan karena kabupaten tidak memiliki orang sebanyak yang mereka klaim, mereka harus berusaha lebih keras, untuk memenuhi ketentuan baru tersebut. Sumber tautan terkait: https://www.ntdtv.com/b5/2021/08/27/a103200599.html https://mobile.twitter.com/645Pr0RoZT8CwA7/status/1428379501369516032?s=20 https://www.soundofhope.org/post/539738 https://m.weibo.cn/status/4674858506784307 https://www.epochtimes.com/b5/21/8/27/n13191329.htm https://www.ntdtv.com.tw/b5/20210806/video/300981.html?%E5%A4%A7%E9%99%B8%E7%96%AB%E8%8B%97%E6%8E%A5%E7%A8%AE%E4%BA%82%E8%B1%A1%EF%BC%9A%E6%95%B8%E6%93%9A%E9%80%A0%E5%81%87%20%E6%AD%BB%E4%BA%A1%E7%A7%81%E4%BA%86 ------------- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Leb
Show All
Comment 0