Utilizamos cookies para entender cómo utilizas nuestro sitio y para mejorar tu experiencia. Esto incluye la personalización del contenido y la publicidad. Al continuar utilizando nuestro sitio, aceptas nuestro uso de cookies, la Política de Privacidad y los Términos de Uso Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
69 views • October 24, 2021

Beijing akan Mengeluarkan Modal Swasta dari Industri Medianya

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Beijing berencana untuk mengeluarkan modal swasta dari industri medianya, dan perencana ekonomi top Tiongkok telah menyusun proposal tentang hal itu. Sederhananya, otoritas berencana untuk melarang modal swasta melakukan banyak hal. Satu, mereka tidak bisa berinvestasi di kantor berita, mereka juga tidak bisa mengoperasikannya. Ini termasuk publikasi cetak, perusahaan penyiaran dan layanan agregasi berita online. Beijing memiliki beberapa rencana lain untuk membatasi kekuatan modal swasta. Salah satunya, outlet milik swasta tidak dapat meliput berita dari media asing, dan Beijing juga tidak ingin mereka menyiarkan langsung acara-acara penting, mulai dari politik, militer, ekonomi, olahraga, dan budaya. Tujuannya adalah untuk mencegah modal swasta mempengaruhi opini publik. Seorang mantan pejabat tinggi di asosiasi jurnalis Tiongkok, mengatakan, langkah itu sesuai dengan pandangan Marxis tentang jurnalisme. Dia mengatakan industri berita Tiongkok adalah corong Partai dan rakyat. Dan tindakan yang direncanakan Beijing dapat mencegah modal swasta mempengaruhi opini publik untuk tujuan keuntungan. Sumber tautan terkait: https://www.bloomberg.com/news/articles/2021-10-09/china-proposes-bans-on-private-capital-participation-in-media?sref=rEN54iKj https://qz.com/2072074/china-seeks-full-news-monopoly-by-banning-private-capital-in-media/ --- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Saksikan juga video kami di ☛ https://www.youmaker.com/c/G8zrx28kkA0K Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan #swasta #beijing #tindakankeras #pembatasan #media #modal #modalswasta #krisis #cina #china #tiongkok #pkt #partaikomunistiongkok #krisis #perusahaan #bumn #informasi
Show All
Comment 0