Folosim cookie-uri pentru a înțelege modul în care utilizați site-ul nostru și pentru a vă îmbunătăți experiența. Acest lucru include personalizarea conținutului și a reclamelor. Continuând să utilizați site-ul nostru, vă dați consimțământul pentru utilizarea de către noi a cookie-urilor, precum și pentru clauzele din Politica de Confidențialitate și Termeni și Condiții. Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration -:-
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
43 views • October 25, 2021

Gelombang Baru Kasus Virus di Tiongkok

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Gelombang Baru Kasus Virus di Tiongkok Provinsi-provinsi di seluruh Tiongkok kembali menguji penduduk secara massal. Itu, setelah anggota-anggota grup wisata dinyatakan positif terkena virus PKT. Menurut outlet media besar Tiongkok, setidaknya 10 provinsi terlibat. Satu pasangan dalam kelompok tersebut pertama kali dinyatakan positif, dan kemudian semua anggota kelompok, belakangan dinyatakan positif. Otoritas mengumumkan rute perjalanan mereka, dan pejabat lokal di sepanjang rute mulai melakukan pengujian massal. Menurut media Tiongkok, tempat wisata yang mereka kunjungi untuk sementara ditutup. Sekolah dan beberapa layanan publik serta bisnis, juga ditutup. Seorang gadis dari provinsi Henan, Tiongkok Tengah, meninggal setelah mendapatkan vaksin COVID-19 buatan Tiongkok. Ibunya kemudian dipukuli dan ditahan, setelah meminta otoritas setempat untuk menyelidiki kematian putrinya dan mencari keadilan di Beijing. Jiang Yanhong adalah seorang Ibu tunggal dari Provinsi Henan. Dia mengatakan kepada The Epoch Times bahwa putrinya yang berusia 12 tahun, Li Boyi, mendapat vaksin COVID-19 buatan Tiongkok pada pertengahan Agustus. Dua hari kemudian, anak itu mulai menderita demam tinggi dan selusin komplikasi, dan meninggal pada akhir Agustus (28 Agt). Jiang pergi ke otoritas setempat, meminta penyelidikan atas kasus ini, tapi tidak ada yang mau berbicara dengannya. Kemudian, dia pergi ke Komisi Kesehatan Kabupaten, tapi sekelompok pria di sana mendorongnya ke tanah, dan memukulinya selama sekitar 40 menit. Dia mengunggah video penyerangan itu ke situs media sosial Tiongkok, Weibo, lalu akunnya diblokir, dan dia tidak dapat memperbarui informasi apa pun di sana. Menurut laporan situs web Tiongkok, Jiang telah ditahan sejak pertengahan Oktober. Itu setelah dia pergi ke Beijing untuk mengajukan petisi, untuk kasus ini. Selama bertahun-tahun, keluarga korban vaksin di Tiongkok telah membela hak-hak mereka dan mencari keadilan. Yang Wenjuan adalah salah satunya. Putranya mendapat vaksin DPT buatan Tiongkok pada 2008, saat ia berusia tiga bulan. Kemudian dia mengalami reaksi alergi yang serius dan menjadi bisu. Yang berkata, dia ditahan selama 7 hari karena membela hak putranya. Seorang pengamat insiden vaksin dari Provinsi Hunan, mengatakan bahwa dengan menahan anggota keluarga yang mengajukan petisi bagi korban vaksin, otoritas ingin memberi contoh bagi pembela hak lainnya. Banyak negara sekarang tidak mengakui vaksin Tiongkok untuk mandat vaksin mereka, terkait masalah kualitas. Sebuah komunitas Tionghoa di Italia meminta otoritas untuk mengubah aturan skema izin kesehatan COVID-19 wajib negara itu, yang tidak mengakui vaksin Tiongkok. Sumber tautan terkait: https://www.voachinese.com/a/China-Races-To-Fight-COVID-Infections-20211020/6278253.html https://www.youtube.com/watch?v=G26YuAYVCsA&ab_channel=%E5%A4%A7%E7%B4%80%E5%85%83%E6%96%B0%E8%81%9E%E7%B6%B2 https://china.huanqiu.com/article/45EOy9x9cQN https://m.ntdtv.com/b5/2021/10/19/a103246864.html https://www.ntdtv.com/b5/2021/08/25/a103198780.html https://www.reutersconnect.com/all?id=tag%3Areuters.com%2C2021%3Anewsml_KBN2H924D&share=true https://www.globaltimes.cn/content/1184488.shtml ---- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ T
Show All
Comment 0