เราใช้คุกกี้เพื่อทำความเข้าใจว่าคุณใช้ไซต์ของเราอย่างไรและเพื่อปรับปรุงประสบการณ์ของคุณ ซึ่งรวมถึงการปรับแต่งเนื้อหาและการโฆษณาในแบบของคุณ การใช้เว็บไซต์ของเราต่อไปแสดงว่าคุณยอมรับการใช้งานของเรา Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
87 views • October 31, 2021

Harga Sayuran di Tiongkok Melonjak

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Harga Sayuran di Tiongkok Melonjak Harga sayuran di Tiongkok melonjak. Beberapa bahkan berlipat ganda. Outlet media pemerintah menyalahkan suhu rendah dan hujan untuk kenaikan harga, sementara beberapa ahli mengatakan, itu juga akibat dari pemadaman listrik. Harga makanan di Tiongkok meroket. Data resmi Tiongkok menunjukkan bahwa pada bulan Oktober, harga grosir untuk beberapa sayuran paling umum, telah melonjak hampir 10%, dibandingkan bulan lalu. Dan untuk beberapa dari itu, jumlahnya melonjak hingga hampir 70%. Seorang warga Beijing mengatakan beberapa harga makanan naik dua kali lipat. Adapun di kota metropolitan Tiongkok lainnya, Shanghai, situasinya tidak jauh lebih baik. Seorang penduduk di sana memberi tahu kami bahwa dia harus menghitung biayanya dengan cermat sebelum membeli sayuran. Pejabat Tiongkok menyalahkan cuaca sebagai penyebab lonjakan harga. Sejak akhir September, sebagian besar wilayah negara mengalami curah hujan yang terus-menerus dan meluas, disertai dengan penurunan suhu yang tajam. Kondisi tersebut membuat panen sayuran dalam negeri menjadi sulit. Tapi seorang ekonom yakin, bahwa pemadaman listrik di seluruh negeri juga berkontribusi. Tahun ini, biaya benih, pupuk, pestisida, dan bensin juga meningkat. Kenaikan tersebut juga kemungkinan akan mendorong harga sayuran. Sumber tautan terkait: https://www.ntdtv.com/b5/2021/10/25/a103251939.html https://www.epochtimes.com/b5/21/10/25/n13328959.htm ---- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo Terhubung dengan kami di Twitter ☛ https://twitter.com/indonesia_ntd Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan #sayur #harga #lonjakanharga #tiongkok #cina #china #hargasayuranmelonjak #ekonomi #masalah #panen #pangan #banjir #listrik #makanan #konsumsi
Show All
Comment 0