We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes personalizing content and advertising. By continuing to use our site, you accept our use of Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
37 views • June 27, 2021

Miliuner Tiongkok Meninggalkan Negaranya: Laporan

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Miliuner Tiongkok Meninggalkan Negaranya: Laporan Orang kaya Tiongkok mencari padang rumput yang lebih hijau di luar negeri. Itu, menurut laporan AfrAsia Bank baru-baru ini. Data menunjukkan bahwa Tiongkok termasuk di antara 10 besar dunia untuk arus keluar miliuner terbesar. Dan kini, Tiongkok peringkat nomor satu. Laporan tersebut mencantumkan negara-negara dengan tingkat emigrasi 2019 terbesar untuk 'individu dengan kekayaan bersih tinggi', atau HNWI. Studi ini mencakup HNWI dengan kekayaan bersih mulai dari 1 juta (Rp 14,5 M) hingga 9,9 juta dolar (Rp 143 M), dan yang telah menetap di negara baru setidaknya selama 6 bulan. 16 ribu miliuner meninggalkan Tiongkok pada 2019. Itu lebih dari dua kali lipat tingkat yang dilaporkan India, - yang berada di nomor 2 dalam daftar. Hong Kong menempati urutan keempat, setelah Rusia. Adapun negara-negara yang menerima imigran miliuner ini, Australia menempati urutan teratas. Negara ini menerima 12 ribu HNWI baru pada tahun 2019. Amerika Serikat sedikit di belakang, dengan hampir 11 ribu HNWI. Media internasional melaporkan bahwa banyak warga Tiongkok kaya melarikan diri dari kota-kota yang tercemar di negara itu, serta dari penindasan Partai Komunis Tiongkok. Tren tersebut merefleksikan laporan tahun 2014 dari South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong. Mengatakan: “Laporan Kekayaan Barclays menemukan bahwa sekitar setengah dari orang kaya Tiongkok, berniat untuk pindah ke negara lain dalam waktu 5 tahun.” Sumber tautan terkait: https://www.theepochtimes.com/china-tops-list-of-countries-for-most-millionaires-moving-abroad_3865961.html https://www.afrasiabank.com/en/blog/expert-views/2020/global-wealth-migration-review-2020 https://e.issuu.com/embed.html?u=newworldwealth&d=gwmr_2020 https://www.worldometers.info/world-population/china-hong-kong-sar-population/ https://www.scmp.com/magazines/style/news-trends/article/3076101/5-chinese-billionaires-who-pulled-their-wealth-out ----- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Saksikan juga video kami di ☛ https://www.youmaker.com/c/G8zrx28kkA0K Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan #migrasi #emigrasi #perpindahanpenduduk #warga #kekayaan #harta #pkt #partaikomunistiongkok #cina #china #tiongkok #pelarian
Show All
Comment 0