We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes personalizing content and advertising. By continuing to use our site, you accept our use of Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
2 views • March 10, 2022

Angka Kematian akibat Wabah di Tiongkok Mendekati 2 Juta: Studi

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Angka Kematian akibat Wabah di Tiongkok Mendekati 2 Juta: Studi Program pembelajaran mesin baru, menghitung total kematian akibat virus di Tiongkok. Program itu memperkirakan bahwa kematian akibat virus PKT mendekati 2 juta, itu jauh dari angka kematian yang dilaporkan pejabat Beijing, sekitar 4,5 ribu. Jumlah kematian akibat Covid di Tiongkok bisa lebih dari 300x lebih tinggi dari laporan resmi Beijing, ini menurut investigasi oleh surat kabar yang berbasis di Inggris, The Economist. Angka tersebut akan menempatkan jumlah kematian di Tiongkok, sekitar 1,7 juta daripada 4 ribu 6 ratus. Untuk mendapatkan angka tersebut, The Economist membuat program machine learning, itu menghitung jumlah kematian berlebih, atau kematian tidak wajar untuk setiap hari sejak pandemi dimulai. Surat kabar tersebut menyediakan tautan bagi mereka yang tertarik untuk memeriksa model serta metodologi mereka. Selain investigasi The Economist, ada dua indikasi lain bahwa Tiongkok mungkin tidak melaporkan kematian akibat virus. Inilah yang dikatakan George Calhoun, direktur program keuangan kuantitatif di Institut Teknologi Stevens, kepada David Zhang dari NTD. Salah satunya adalah bahwa Tiongkok belum melaporkan satu pun kematian akibat virus selama 2 tahun terakhir. PBB mengumpulkan data kematian dari tahun ke tahun, terlepas dari penyebabnya, dari semua negara di dunia. Dari 2019 hingga 2021, Tiongkok mengalami peningkatan jumlah kematian yang tak terduga dan tajam. Calhoun mengatakan, ini adalah indikasi lain dari kemungkinan tidak melaporkan kematian akibat virus. Calhoun mengatakan pelaporan otoritas tentang nol kematian akibat virus, bisa jadi adalah hasil dari mandat nol-covid Beijing, mandat itu juga menyebabkan otoritas memberlakukan penguncian ketat dan kaku di kota-kota berpenduduk, tapi penguncian itu bisa merugikan ekonomi Tiongkok. Menurut survei dari University of Washington, Tiongkok adalah satu-satunya negara di dunia yang belum memberikan data lengkap tentang kematian tidak wajar selama masa pandemi. Sumber tautan terkait: https://www.youtube.com/watch?v=7Do4ZWIOeTw&t=2s&ab_channel=TalkingPointswithDavidZhang https://www.theepochtimes.com/china-underreporting-covid-19-death-rate-by-17000-percent-economist-says_4211606.html ----- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo Terhubung dengan kami di Twitter ☛ https://twitter.com/indonesia_ntd Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan #wabah #tiongkok #penyembunyian #cina #china #penyakit #penyakitmenular #varianomicron #situasipandemitiongkok #omicron #virus #corona #pandemi #epidemi #korona #tindakanpencegahan #lockdown #vaksin #delta #fakta
Show All
Comment 0