Chúng tôi sử dụng cookie để hiểu cách bạn sử dụng trang web của chúng tôi và để cải thiện trải nghiệm của bạn. Điều này bao gồm cá nhân hóa nội dung và quảng cáo. Bằng cách tiếp tục sử dụng trang web của chúng tôi, bạn chấp nhận việc chúng tôi sử dụng Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
118 views • August 30, 2021

Perusahaan Tiongkok Membayar Orang untuk Memenuhi Target Vaksinasi

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Perusahaan Tiongkok Membayar Orang untuk Memenuhi Target Vaksinasi Tekanan untuk membuat warganya divaksinasi sangat memukul para pejabat di Tiongkok. Beberapa badan pemerintah komunis, dan entitas milik negara lainnya, memerintahkan karyawan untuk membujuk yang lain agar disuntik. Dan bagi siapa saja yang gagal meyakinkan dua orang lain untuk disuntik, sebuah slip merah muda sedang dalam perjalanan. Media Tiongkok melaporkan persyaratan baru dari pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping. Menetapkan standar baru, dia mengatakan bahwa 1,1 miliar orang harus divaksinasi penuh, dengan dua suntikan, pada akhir Oktober. Tapi untuk mencapai tingkat vaksinasi itu, pejabat lokal membuat berbagai aturan untuk memaksa vaksinasi. Seorang warga Tiongkok mengatakan kepada NTD bahwa otoritas tingkat tinggi mengkritik pemimpin lokal di daerahnya, karena tidak mendapatkan cukup orang yang divaksinasi. Jadi kini, kementerian lokal meminta seluruh pegawai BUMN untuk mendapatkan suntikan hanya dalam waktu 3 hari. Pemimpin dan perusahaan lokal lainnya mengalami kesulitan menemukan orang untuk mengambil vaksin. Solusi mereka? Membayar orang untuk disuntik. Beijing mengklaim, mendapatkan vaksinasi adalah sukarela. Tapi otoritas lokal dari lapisan yang berbeda, dalam beberapa kasus, semuanya memaksa agar disuntik. Baru-baru ini, beberapa provinsi di seluruh Tiongkok merilis pemberitahuan resmi, mengatakan mereka akan meminta pertanggungjawaban siapa pun yang tertular virus, jika mereka tidak divaksinasi. Sumber tautan terkait: https://www.ntdtv.com/b5/2021/08/22/a103196667.html https://www.epochtimes.com/b5/21/8/25/n13186690.htm https://twitter.com/zptgddq/status/1428030821672398848 https://twitter.com/fangshimin/status/1429678264377696260/photo/2 --- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo Saksikan juga video kami di ☛ https://www.youmaker.com/c/G8zrx28kkA0K Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan #kasusvirus #tiongkok #covid #pandemi #wabah #epidemi #virus #sinovac #sinopharm #viruskoronabaru #korona #variandelta #astrazeneca #pfizer #biontech #china #cina #wuhan #vaksinnusantara #vaksin
Show All
Comment 0