เราใช้คุกกี้เพื่อทำความเข้าใจว่าคุณใช้ไซต์ของเราอย่างไรและเพื่อปรับปรุงประสบการณ์ของคุณ ซึ่งรวมถึงการปรับแต่งเนื้อหาและการโฆษณาในแบบของคุณ การใช้เว็บไซต์ของเราต่อไปแสดงว่าคุณยอมรับการใช้งานของเรา Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
58 views • October 31, 2021

Pembunuhan Ketua Partai Komunis Desa, di Tiongkok

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Pembunuhan Ketua Partai Komunis Desa, di Tiongkok Kekerasan terjadi di Tiongkok Tengah selama akhir pekan. Seorang pria membunuh seorang ketua Partai Komunis desa serta empat anggota keluarganya, dengan pisau, dan kemudian dia membunuh dua orang lainnya, saat dia melarikan diri, dia melompat dari jembatan ketika polisi mencoba memburunya pada hari Senin. Menurut laporan media Tiongkok, tersangka telah mengunjungi rumah ketua partai pada Minggu malam, dan mengaku memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan. Tapi keesokan harinya, ketua partai itu dan istrinya, ditemukan tewas di tempat kejadian, bersama dengan menantu perempuan mereka serta dua cucunya. Polisi tidak mengungkapkan motif tersangka atas pembunuhan itu, tapi laporan resmi dari beberapa tahun yang lalu mengatakan, ketua partai tersebut melanggar aturan subsidi, untuk memberikan kompensasi secara salah kepada keponakannya sendiri. Pembunuhan ini muncul setelah insiden serupa lainnya di Tiongkok. Lebih awal bulan ini, seorang pria di Tiongkok Selatan membunuh dua tetangganya. Dalam kasus itu, publik sebagian besar bersimpati dengan situasi pria tersebut, serta frustasinya yang mengarahkan pada tindakan pedih. Tapi tidak kali ini, banyak orang mengutuk tersangka secara online. Insiden seperti ini telah terjadi sebelumnya di Tiongkok. Serangan biasanya terkait dengan keluhan pribadi atau perselisihan. Para ahli memberitahu Radio Free Asia, bahwa warga dan pejabat telah lama memiliki hubungan yang tegang, karena tidak adanya pihak ketiga untuk menengahi perselisihan atau menegakkan keadilan. Pengadilan Tiongkok biasanya enggan untuk menyidangkan kasus yang melibatkan pejabat serta warga biasa, dan kurangnya transparansi, biasanya berakhir dengan warga kalah dalam tuntutan hukum mereka. Akibatnya beberapa orang beralih ke tindakan ekstrem. ------- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo Terhubung dengan kami di Twitter ☛ https://twitter.com/indonesia_ntd Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan #pembunuh #tersangka #tiongkok #cina #china #rakyat #sengketa #ketidakadilan #pkt #partaikomunistiongkok #rezimkomunis #pembunuhan #jelata #tindakanekstrim #ekstrim #buronan #pembunuhan
Show All
Comment 0