We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes personalizing content and advertising. By continuing to use our site, you accept our use of Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
111 views • October 31, 2021

Semakin Banyak Wilayah Tiongkok Dilockdown

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Saksikan, Nonton Bareng NTD Indonesia: Partai Komunis Tiongkok, si Raja Tega yang Haus Darah, Minggu 31 Oktober 2021, Jam 7 Malam WIB. ☛ https://youtu.be/IZSJIcRV5c8 Sebuah kabupaten di Mongolia Dalam, Tiongkok, berada di bawah tindakan karantina wajib yang diperpanjang. Penduduk setempat mungkin menghadapi situasi yang mengerikan, dengan beberapa mengatakan, mereka kehabisan makanan. Meski tampaknya, otoritas Tiongkok tidak terlalu peduli. Di tengah karantina wajib dan penguncian di beberapa bagian Tiongkok, penduduk melaporkan bahwa mereka kehabisan makanan. Dan otoritas tidak banyak membantu. Itulah situasi di sebuah kabupaten di Mongolia Dalam. Kabupaten itu, Ejin Banner, saat ini diberi label berisiko tinggi untuk virus, - menurut media milik negara CCTV. Dan banyak tempat di sana yang dikunci. Seorang pengunjung Ejin Banner memberi tahu The Epoch Times bahwa dia telah berada di sebuah hotel di bawah karantina selama lebih dari 10 hari, dan semakin sulit untuk mendapatkan makanan. Seorang warga Ejin Banner mengatakan kepada The Epoch Times bahwa dia juga tidak memiliki cukup makanan. Pada hari wawancara, komisi kesehatan nasional Beijing melaporkan bahwa lebih dari setengah dari total kasus di Tiongkok, berasal dari Mongolia Dalam. Otoritas Tiongkok sedang meningkatkan langkah- langkah pencegahan dan pengendalian pandemic ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekarang dengan bantuan peralatan teknologi tinggi. Mereka kini memasang perangkat pengawasan di pintu dan pintu masuk ke rumah penduduk, yang akan memperingatkan otoritas jika ada orang di rumah yang membuka pintu mereka. Media Tiongkok melaporkan bahwa direktur satu distrik di provinsi Gansu Tiongkok, menyebut perangkat itu sangat berguna. Dengan mereka terpasang, saat penduduk yang dikarantina membuka pintu, direktur akan diberitahu. Kemudian, yang harus dia lakukan adalah membuat panggilan telepon, dan si penduduk dapat ditangani. Laporan tentang perangkat ini telah menyebabkan kegemparan online. Seorang warganet mengkritik taktik pengawasan itu, mengatakan apa yang dilakukan otoritas, sama dengan mengubah rumah orang menjadi penjara. Laporan itu menunjukkan otoritas Tiongkok menempatkan perangkat ini secara massal. Virus PKT kembali menyerang Tiongkok Utara. Otoritas mengonfirmasi kasus positif COVID-19 di provinsi Timur Laut, Heilongjiang lebih awal pekan ini. Kota hotspot, Heihe, segera mengumumkan penguncian, dan memulai tes besar-besaran pada satu setengah juta penduduknya. Layanan angkutan umum dan taksi saat ini dibatalkan. Segera setelah itu, beberapa kota di provinsi yang sama meningkatkan tindakan pengendalian mereka. Dan wabah lain, yang dimulai dengan grup wisata, kini telah menyebar ke setengah dari semua provinsi di Tiongkok, termasuk Beijing, dan itu terus berkembang. Sebuah tampilan langkah-langkah pencegahan virus yang berlebihan: otoritas di provinsi Hebei Tiongkok mengunci pusat perbelanjaan multi-blok karena seseorang di sana melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi virus di tempat lain. Mereka tidak mengizinkan siapa pun untuk pergi. Itulah yang dikatakan penduduk setempat yang berhasil lolos dari penguncian. Sumber tautan terkait: https://www.epochtimes.com/gb/21/10/27/n13333746.htm https://news.cctv.com/2021/10/27/ARTIqoUqBjHZTd28raaKyktL211027.shtml https://www.ntdtv.com/b5/2021/10/29/a103255306.html https://www.youtube.com/watch?v=ItvElLGzODk https://www.ntdtv.com/b5/2021/10/29/a103255303.html https://www.youtube.com/watch?v=JN4hko01sCg https://newtalk.tw/news/view/2021-10-26/656810 ------- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membe
Show All
Comment 0