Chúng tôi sử dụng cookie để hiểu cách bạn sử dụng trang web của chúng tôi và để cải thiện trải nghiệm của bạn. Điều này bao gồm cá nhân hóa nội dung và quảng cáo. Bằng cách tiếp tục sử dụng trang web của chúng tôi, bạn chấp nhận việc chúng tôi sử dụng Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
85 views • August 30, 2021

Perusahaan-Perusahaan Top Tiongkok Kehilangan Triliunan Dolar

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Perusahaan-Perusahaan Top Tiongkok Kehilangan Triliunan Dolar Perusahaan-perusahaan top Tiongkok kehilangan sekitar tiga triliun dolar, dibandingkan dengan nilai puncak mereka tahun ini. Itu adalah sekitar satu setengah kali ukuran Apple, dan jauh melebihi PDB kebanyakan negara. Kontrol ketat Beijing membuat nilai pasar perusahaan-perusahaan ini jatuh. Perusahaan-perusahaan ini termasuk bisnis konsumen, farmasi, dan bisnis terkait Internet. Di antara mereka, aplikasi berbagi video Kuaishou mengalami penurunan lebih dari 80%. Sebuah perusahaan anggur beras yang menempati posisi pertama di pasar saham domestik Tiongkok mengalami penurunan harga lebih dari 40% tahun ini. Dan perusahaan farmasi terkemuka Tiongkok, kehilangan setengah dari nilai pasarnya dalam gelombang kendali ini. Dan daftarnya terus berlanjut. Analis mengatakan itu karena investor merasakan bahaya lebih lanjut terhadap perusahaan-perusahaan ini dari penindasan politik PKT. Tindakan keras Tiongkok terhadap perusahaan teknologi terus berlanjut. Beijing meloloskan salah satu undang-undang kontrol data paling ketat di dunia pada hari Jumat. Tapi seorang ahli mengatakan, itu bukan untuk melindungi pengguna. Tiongkok baru saja mengesahkan undang-undang privasi, yang menurut beberapa orang adalah salah satu yang paling ketat di dunia. Itu dilaporkan sangat mirip dengan undang-undang perlindungan data UE. UU itu mengharuskan izin dari pengguna untuk menangani data mereka atau memberikannya kepada yang lain, di antara aturan lain. Tapi Arthur Herman, rekan senior di Hudson Institute dan direktur di Quantum Alliance Initiative mengatakan, undang-undang itu tidak disahkan untuk menyelesaikan keluhan oleh pengguna Internet. Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi atau PIPL itu disahkan pada hari Jumat. Undang-undang tersebut akan berlaku pada 1 November dan saham teknologi Tiongkok terus anjlok. Menurut Karman Lucero, seorang rekan di Yale Law School Paul Tsai China Center, tidak ada di dalam teks yang menunjukkan batasan pengawasan pemerintah. Herman mengatakan yang terjadi justru sebaliknya. Dia mengatakan rezim mengirim pesan bahwa pada akhirnya Beijing memegang kendali dan bahwa investor asing tidak dapat mempengaruhi perusahaan-perusahaan Tiongkok. Dia pikir alasan sebenarnya dari undang-undang baru ini adalah untuk membatasi akses perusahaan asing ke data Tiongkok. Para ahli mengatakan bahwa itu juga merupakan bagian dari ambisi Tiongkok untuk menjadi negara adidaya teknologi. Sumber tautan terkait: https://www.epochtimes.com/gb/21/8/22/n13180218.htm https://www.investopedia.com/news/apple-now-bigger-these-5-things/ https://www.lostlaowai.com/guides/basics/guide-chinese-alcohol/ https://en.wikipedia.org/wiki/Ping_An_Insurance http://www.hrs.com.cn/index.html https://www.wsj.com/articles/china-set-to-pass-one-of-the-worlds-strictest-data-privacy-laws-11629201927?mod=article_inline https://www.cnbc.com/2021/04/12/china-data-protection-laws-aim-to-help-rein-in-countrys-tech-giants.html https://www.cnbc.com/2021/01/11/chinas-tech-regulation-part-of-bigger-push-to-become-a-superpower-.html https://www.wsj.com/articles/china-passes-one-of-the-worlds-strictest-data-privacy-laws-11629429138 ----- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebo
Show All
Comment 0