Nous utilisons des cookies pour comprendre comment vous utilisez notre site et pour améliorer votre expérience. Cela inclut la personnalisation du contenu et de la publicité. En continuant à utiliser notre site, vous acceptez l'utilisation de cookies, la politique de confidentialité et les conditions d'utilisation. Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
73 views • October 4, 2021

Raksasa Teknologi Tiongkok akan Menggunakan Lebih Banyak Robot Pengantar Otomatis

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Raksasa Teknologi Tiongkok akan Menggunakan Lebih Banyak Robot Pengantar Otomatis Lebih dari seribu robot akan bergabung dengan jajaran personel pengiriman raksasa Tiongkok Alibaba, Meituan dan JD.com selama tahun depan. Itu terjadi ketika pandemi memicu permintaan untuk layanan tanpa kontak. Dengan menekan satu tombol dan memindai tanda terima, robot self-driving siap berkeliaran di jalan-jalan Beijing. Raksasa teknologi Tiongkok seperti Alibaba dan JD.com akan menambahkan lebih dari seribu robot ke jajaran mereka selama tahun depan, karena permintaan untuk pengiriman tanpa kontak melonjak. Dan ketika biaya tenaga kerja naik, serta biaya otomatisasi turun, kepala ilmuwan JD.com, Kong Qi, mengatakan robot juga menguntungkan pekerja pengiriman mereka. Kong mengatakan krisis kesehatan global mempercepat peralihan JD.com ke pengiriman otomatis, yang menurut para peneliti di University of Michigan, dapat memangkas biaya pengiriman hingga 40%. Tapi, dengan hanya beberapa kompartemen untuk pengiriman, beberapa konsumen mengatakan, robot masih belum seefisien rekan manusia mereka. JD.com, Alibaba dan sesama raksasa e-commerce, Meituan, berharap dapat mengoperasikan lebih dari 2.000 robot pengiriman pada akhir tahun depan. Sumber tautan terkait: https://www.reutersconnect.com/all?id=tag%3Areuters.com%2C2021%3Anewsml_KBN2GN1JJ&share=true ------ Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo Saksikan juga video kami di ☛ https://www.youmaker.com/c/G8zrx28kkA0K Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan #robotpengantar #selfdriving #ecommerce #alibaba #marketplace #online #layananantar #kurir #meituan #jd #robot #otomatis #nirsentuh #pengantaran
Show All
Comment 0