We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes personalizing content and advertising. By continuing to use our site, you accept our use of Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
45 views • October 4, 2021

Diplomasi Penyanderaan Rezim Tiongkok Terkait Kasus CFO Huawei

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Diplomasi Penyanderaan Rezim Tiongkok Terkait Kasus CFO Huawei Dalam langkah besar untuk hubungan internasional, otoritas Kanada telah membebaskan CFO raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei, Meng Wanzhou. Di sisi lain, otoritas Tiongkok membebaskan dua warga Kanada yang ditahan, Michael Kovrig dan Michael Spavor, yang dijuluki "dua Michael" Kanada dalam beberapa bulan terakhir. Mengingat jarak pembebasan yang dekat, beberapa analis menggambarkan langkah tersebut sebagai diplomasi penyanderaan Tiongkok. Hanya beberapa jam setelah CFO raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei, Meng Wanzhou, dibebaskan, Tiongkok membebaskan dua warga Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor. Ini membuat para pengamat bertanya- tanya apakah otoritas Tiongkok menangkap kedua orang Kanada itu hanya karena otoritas Kanada telah menangkap Meng. Kemenlu Tiongkok membantah ada hubungan antara penangkapan tersebut. Jubir mereka mengatakan kedua Michael dibebaskan karena alasan kesehatan. Tapi, komentator AS untuk urusan saat ini, Tang Jingyuan, mengatakan ini adalah 'pertukaran sandera'. Syarat pembebasan Meng adalah dia akan mengakui bahwa dia menyesatkan bank dalam melakukan transaksi yang melanggar sanksi AS atas Iran. Pengakuan itu merupakan bagian dari kesepakatan yang dibuat departemen kehakiman AS dengan Meng. Ini disebut 'perjanjian penuntutan yang ditangguhkan', yang ditandatangani CFO itu. Dia menyetujuinya pada hari Jumat pekan lalu, di mana dia muncul di pengadilan federal AS. Meskipun menandatangani perjanjian, Meng mengaku tidak bersalah di pengadilan. Tang mengatakan bahwa tanda tangannya mengalahkan pengakuannya. Jadi, Meng Wanzhou menjadi saksi ternoda dengan imbalan Departemen Kehakiman AS menunda penuntutannya. Tang Jingyuan juga percaya bahwa Beijing menggunakan pembebasan Meng Wanzhou untuk mendorong narasi bahwa Tiongkok adalah negara yang kuat. Pada hari Senin, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Departemen Kehakiman AS mencapai kesepakatan dengan Meng, tidak berarti perubahan dalam kebijakan AS-Tiongkok. Dia mengatakan AS akan terus meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas pelanggaran HAM-nya. CFO Huawei, Meng Wanzhou mendarat di Tiongkok pada hari Sabtu. Dia dibebaskan setelah pertempuran 3 tahun dengan kasus ekstradisi AS. Outlet media milik pemerintah Tiongkok menyebutnya sebagai kemenangan bagi Tiongkok. CFO raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei, Meng Wanzhou, menerima sambutan pahlawan, saat tiba di bandara Shenzhen Tiongkok. Media pemerintah Tiongkok memuji kepulangannya sebagai "kemenangan besar" bagi negara dan rakyat Tiongkok. Tapi media pemerintah tampaknya mengabaikan detail penting tentang persyaratan pembebasannya. Apa yang membuka jalan baginya untuk kembali ke Tiongkok adalah bahwa dia harus mengakui kesalahan, bahwa dia menyesatkan bank dengan melakukan transaksi yang melanggar sanksi AS atas Iran. Sumber tautan terkait: https://www.ntdtv.com/gb/2021/09/26/a103227504.html https://www.justice.gov/opa/press-release/file/1436211/download https://www.msn.com/en-us/news/world/huawei-executive-meng-wanzhou-hailed-as-hero-upon-return-to-china/ar-AAOPtMZ https://www.ntdtv.com/gb/2021/09/26/a103227504.html https://www.youtube.com/watch?v=lCPiMg1AI48 https://www.ft.com/content/8d6cabf1-2683-45e1-a67f-19dd531b305d https://cn.chinadaily.com.cn/a/202109/26/WS61503ed1a3107be4979efc96.html https://www.reutersconnect.com/all?id=tag%3Areuters.com%2C2021%3Anewsml_WDEWHUFRB&share=true ------- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tion
Show All
Comment 0