เราใช้คุกกี้เพื่อทำความเข้าใจว่าคุณใช้ไซต์ของเราอย่างไรและเพื่อปรับปรุงประสบการณ์ของคุณ ซึ่งรวมถึงการปรับแต่งเนื้อหาและการโฆษณาในแบบของคุณ การใช้เว็บไซต์ของเราต่อไปแสดงว่าคุณยอมรับการใช้งานของเรา Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
94 views • October 31, 2021

Surat Dua Halaman Memberi Informasi Terkait Hubungan Lembaga Amerika dengan Lab Wuhan

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Surat Dua Halaman Memberi Informasi Terkait Hubungan Lembaga Amerika dengan Lab Wuhan Surat dua halaman menambah bahan bakar ke salah satu debat paling kontroversial di AS. Itu adalah pertanyaan apakah uang pembayar pajak Amerika, digunakan untuk mendanai jenis penelitian ilmiah berbahaya di lab Wuhan, lab yang sama yang diyakini beberapa orang, mungkin terkait dengan asal usul virus COVID-19, sementara yang lain tidak sependapat. Surat tersebut ditulis minggu lalu oleh seorang pejabat senior dari badan kesehatan utama pemerintah AS, National Institute of Health, atau NIH. Dikirim ke Partai Republik di Kongres, surat itu mengungkapkan dua informasi penting tentang studi yang dilakukan di Institut Virologi Wuhan, antara Juni 2018 dan Juni 2019. Pertama, NIH mengakui, pihaknya memang memberikan uang untuk penelitian berisiko di lab Wuhan. Studi ini secara genetik memodifikasi jenis virus korona kelelawar alami. Kemudian menggunakan virus yang asli dan yang diedit, untuk menginfeksi tikus yang dimodifikasi secara genetik menjadi lebih seperti manusia. Ternyata virus yang dimodifikasi itu, membuat tikus lebih sakit. Tapi perdebatan utamanya adalah ini: Apakah penelitian khusus yang didanai AS di Wuhan ini, termasuk sebagai apa yang disebut penelitian 'gain of function', jenis penelitian yang membuat virus lebih menular ke manusia. NIH mengatakan, penelitian itu tidak sesuai dengan definisi tersebut. Badan itu mengatakan, hasil penelitian tersebut "tidak terduga" dan bukan sesuatu yang ingin dilakukan para peneliti dari awal. Sementara ilmuwan lain dan anggota Kongres Republik, mengatakan itu pasti 'gain of function'. Mereka menuduh direktur NIH dan Dr. Anthony Fauci, direktur NIAID, berbohong. Keduanya telah bersaksi bahwa badan-badan tersebut tidak pernah mendanai penelitian semacam itu. Satu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa virus dalam penelitian yang didanai AS ini, di lab Wuhan, bukanlah virus yang menyebabkan pandemi. NIH mengonfirmasi bahwa virus dalam penelitian ini, “tidak dan tidak mungkin menjadi” virus COVID-19. NIH menekankan bahwa "urutan virus secara genetik sangat jauh." Informasi kunci kedua mengungkapkan bagaimana NIH dan kelompok AS yang bermitra dengan lab Wulan untuk penelitian ini, saling menyalahkan satu sama lain. Surat itu mengklaim bahwa EcoHealth Alliance yang berbasis di New York tidak segera melaporkan kepada NIH, bahwa virus telah diperkuat, yang merupakan persyaratan untuk pendanaan. Dikatakan kelompok itu melaporkannya ke badan tersebut, Agustus ini, kira-kira dua tahun setelah waktu seharusnya. Tapi EcoHealth Alliance tampaknya menentang klaim itu, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Data ini dilaporkan segera setelah kami mengetahuinya, dalam laporan tahun ke-empat kami pada April 2018.” Sumber tautan terkait: https://twitter.com/R_H_Ebright/status/1450947395508858880 https://www.science.org/content/article/nih-says-grantee-failed-report-experiment-wuhan-created-bat-virus-made-mice-sicker https://www.help.senate.gov/hearings/an-update-from-federal-officials-on-efforts-to-combat-covid-19 https://www.nih.gov/about-nih/who-we-are/nih-director/statements/statement-misinformation-about-nih-support-specific-gain-function-research https://twitter.com/GOPoversight/status/1450934193177903105/photo/1 https://www.vanityfair.com/news/2021/10/nih-admits-funding-risky-virus-research-in-wuhan https://www.nytimes.com/2021/10/21/science/bats-covid-lab-leak-nih.html?smid=tw-share ----- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Ti
Show All
Comment 0