Chúng tôi sử dụng cookie để hiểu cách bạn sử dụng trang web của chúng tôi và để cải thiện trải nghiệm của bạn. Điều này bao gồm cá nhân hóa nội dung và quảng cáo. Bằng cách tiếp tục sử dụng trang web của chúng tôi, bạn chấp nhận việc chúng tôi sử dụng Cookies, Privacy Policy Term of use.
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
104 views • October 31, 2021

Perang Rezim Komunis Tiongkok Terhadap Agama: Forum

NTD Indonesia
NTD Indonesia
Perang Rezim Komunis Tiongkok Terhadap Agama: Forum Partai Komunis Tiongkok memperketat kendalinya atas setiap sektor di Tiongkok, dan pada saat yang sama, berusaha mengendalikan pikiran orang-orang, dan beberapa mengatakan, jiwa mereka juga. Pada forum Hudson Institute hari Senin, sekelompok ahli memeriksa perang rezim terhadap kebebasan beragama. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa Anda lihat di gereja-gereja, di Tiongkok, gambar pemimpin Partai Komunis, Xi Jinping di tengah, dikelilingi oleh bendera PKT dan slogan-slogan politik. Itu hanyalah salah satu dari banyak hal yang dilakukan Beijing terhadap kelompok-kelompok agama di Tiongkok, selain memenjarakan orang Muslim, membakar Alkitab, dan memaksa para biksu mengibarkan bendera PKT. Pada hari Senin, Institut Hudson mengadakan forum, dengan orang-orang dari berbagai keyakinan dan kelompok agama. Bersama-sama, mereka membahas gambaran besar penganiayaan agama di Tiongkok hari ini. Genosida Muslim Uighur telah membuat situasi itu terungkap. Kelompok yang dianiaya termasuk Muslim, Kristen, praktisi Falun Gong, dan Buddhisme Tibet. Mengikuti arahan Xi pada tahun 2018, rumah ibadah di Tiongkok diharuskan untuk menegakkan aturan Partai, yang mencakup sensor, pengawasan teknologi tinggi, serta keanggotaan terbatas. Tahun ini, Beijing memerintahkan para pemimpin agama untuk mendukung praktik, kepemimpinan, dan nilai-nilai inti partai komunis, bahkan dalam khotbah dan ajaran. Partai Komunis, yang secara resmi ateis, selama beberapa dekade mencoba menghapus setiap jejak kepercayaan di Tiongkok, kecuali partai itu sendiri. Di Xinjiang, otoritas telah menempatkan polisi negara besar-besaran untuk komunitas Muslim Uighur. Mereka telah memenjarakan sekitar lebih dari satu juta penduduk. Menurut rezim Tiongkok, Muslim Uighur adalah salah satu dari lima kelompok yang dipandang sebagai ancaman terhadap kekuasaannya. Yang lainnya adalah aktivis pro-demokrasi, nasionalis Taiwan, pembangkang Tibet, dan praktisi Falun Gong. Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan spiritual yang menarik jutaan praktisi hanya dalam beberapa tahun. Tingkat popularitas itu mengkhawatirkan Partai Komunis. Partai itu melarang Falun Gong pada tahun 1999 dan memulai kampanye untuk menganiaya para praktisinya. Praktisi Falun Gong mengatakan, jutaan orang telah dipenjara, dan organ mereka diambil untuk transplantasi. Menurut laporan HAM internasional tahun ini, lebih dari 100 kasus penganiayaan agama dilaporkan di Tiongkok dari Juli 2020 hingga Juni tahun ini, dua kali lipat dari jumlah laporan tahun lalu. Sumber tautan terkait: https://www.youtube.com/watch?v=Tv_CziX3RJ0 https://www.rfa.org/mandarin/yataibaodao/shehui/xx-10182021094701.html https://www.hudson.org/events/2027-virtual-event-china-s-war-on-religion102021 http://www.asianews.it/news-en/The-fruits-of-sinicization:-worshiping-the-%27god%27-Xi-Jinping-45496.html https://www.rfa.org/english/news/china/xi-cultism-11292019091313.html https://www.nationalreview.com/2020/10/chinas-communist-christ/ https://www.theguardian.com/world/2019/jan/13/china-christians-religious-persecution-translation-bible https://theweek.com/articles/932538/chinas-war-religion ---- Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)” New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global. Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok) Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/ Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/ Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578 Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdind
Show All
Comment 0